Pengumuman

Hay. Selamat datang di Blog Saya. Blog ini nantinya akan memuat berbagai macam artikel-artikel yang akan terus di update setiap harinya. Setelah mengunjungi Blog saya dimohon untuk mengisikan Daftar Tamu. bisa dilihat pada : https://magzku.wordpress.com/buku-tamu/ Karena anda juga bisa bertukar Link dengan saya..

Fakta tentang “Wedhus Gembel”

Merapi merupakan gunung teraktif di dunia. Tiap kali akan Meletus Gunung Merapi selalu mengeluarkan awan panas mematikan yang disebut Wedus Gembel di Gunung Merapi. Oleh penduduk lokal awan itu disebut ‘wedus gembel’ atau ‘domba gimbal’ karena bentuknya yang unik dan mempesona bila dilihat dari jauh, tapi ketika berdekatan, ia bisa jadi malapetaka. Dan kini, Wedus Gembel keluar dari Gunung Merapi, namun semoga saja tidak membawa Malapetaka buat Warga disekitar Gunung Merapi.
Contoh kedahsyatan wedus gembel, pada November 1994, terjangannya menewaskan puluhan warga Turgo, Slema, hanya dalam hitungan detik. Awan bernama ilmiah pyroclastic density flow juga membuat rumah-rumah rata dengan tanah menjadi abu dalam sekejap.
Pada 1930-1931, Merapi meletus dengan tipe Plinian, menghasilkan aliran lava, piroklastika, dan lahar hujan. Juga wedus gembel. Korbannya mencapai 1.369 orang, jumlah yang sangat banyak untuk ukuran saat itu.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio menyatakan, ‘wedus gembel’ tak lain adalah awan panas yang berisi material-material muntahan Gunung Merapi saat meletus.
Batu-batu dengan ukuran besar, kerikil dan juga abu yang menjadi satu dengas gas, bergerak ke perbukitan yang ada di sisi Gunung Merapi.
“Karena gerakan dari muntahan Merapi tersebut tak teratur seakan akan bergumpal gumpal dan berwarna putih dan dari jarak jauh seperti bulu wedus gembel [domba gembel] maka warga setempat menamakannya ‘wedus gembel’,” katanya.
Suhu wedus gembel di kawah Merapi bisa mencapai 1.000 derajat Celcius. Ketika bergerak ke lereng Merapi sejauh empat kilometer, suhunya berkurang menjadi 500 derajat. Apapun yang diterjangnya akan hancur dan mati.
“Jika wedus gembel itu melewati kawasan hutan maka hutan tersebut akan terbakar. Begitu pula jika melewati kawasan penduduk maka akan membakar dan merusak yang dilewatinya,” jelas Subandrio.
Lalu bagaimana jika wedus gembel itu menerjang atau mengenai manusia?
Subandrio menyatakan, dengan suhu yang masih di atas 500 derajat Celcius maka jelas akan membakar sekujur tubuh korban.
“Untuk mengantisipasi hal itu maka penduduk dan hewan peliharaan yang ada di daerah berbahaya harus diungsikan manakala Gunung Merapi meletus,” terangnya.
Subandrio menegaskan bahwa wedus gembel atau awan panas tak hanya terjadi di Merapi, melainkan pada semua gunung berapi jika sedang meletus.
“Ketika gunung berapi meletus pasti mengeluarkan awan panas atau wedus gembel. Gunung Merapi jika nantinya meletus juga dipastikan akan mengeluarkan wedus gembel,” tegasnya
Sementara, Kabid Penanggulangan Bencana Badan Kesbanglinmas Sleman, Taufiq Wahyudi mengatakan, Pemkab Sleman pada tahun 2006 yang lalu telah menyiapkan tiga bungker yang berada di Kaliurang, Kali Adem dan Tunggul Arum.
“Bungker di Kali Adem bukan untuk perlindungan dari awan panas namun didesain untuk perlindungan dari material gunung Merapi jika meletus. Sedangkan bungker yang ada di Kaliurang dan Tunggul Arum untuk perlindungan dari wedus gembel,” terangnya
Untuk bunker yang berada di kawasan Kali Adem sudah tidak lagi digunakan dan hanya untuk tempat rekreasi dan tempat pembelajaran.
“Pada bungker yang ada di Kali Adem inilah pada tahun 2006 yang ada dua relawan tewas saat bungker tempat mereka berlindung tertutup oleh metarial letusan gunung merapi,”paparnya
Toufiq menambahkan pada setiap bungker yang didisain untuk perlindungan dari awan panas dilengkapi dengan tabung oksigen sebanyak 10 tabung dan setiap bungker mampu menampung 20 hingga 30 orang.
“Bungker tersebut dibuat bukan untuk berlindung dalam kurun waktu yang lama, karena untuk awan panas kejadian melintasnya dalam waktu yang cukup singkat sehingga tidak perlu ada logistik seperti di pengungsian,” tambah dia.

Sejarah Gunung Merapi

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di bumi Nusantara, sejarah mencatat setidaknya letusan gunung Merapi sudah terjadi sejak 1000 tahun lalu. Dan karena aktivitas Merapi lah yang mengakibatkan berpindahnya kebudayaan kerajaan Mataram kuno ke daerah Jawa Timur.

Selain itu banyak desa dan candi-candi peninggalan kerajaan Mataram Hindu maupun Budha tertimbun abu vulkanik Gunung Merapi, candi-candi tersebut berada di dusun-dusun seperti Kadisoka, Kedulan, dan Sambisari (Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta). Selain itu letusan Gunung Merapi merubah wujud asli Candi Borobudur yang mulanya berada di tengah-tengah danau.

Saat ini Gunung Merapi yang berada di 4 Kabupaten di Jawa Tengah itu mulai beraktivitas lagi, berikut jurnal letusan Gunung Merapi paling dahsyat yang terekam sejarah.

Tahun 1006 M, menurut Van Bemmelen (1949) Gunung Merapi pernah meletus. Akibat letusan ini sebagian puncak runtuh dan longsor ke arah barat daya, tertahan oleh Perbukitan Menoreh, kemudian membentuk gundukan-gundukan bukit yang dikenal sebagai Gendol Hills.

Letusan di tahun ini menurut Wikipedia tercatat sebagai salah satu ledakan Gunung Merapi paling hebat membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram kuno harus berpindah ke Jawa Timur, karena tersapu lumpur, namun catatan Van Bemmelen ini masih banyak dipertentangkan dikalangan sejarahwan.

Sejarah mencatat sekitar abad 9-11 Masehi, Gunung Merapi kembali meletus. Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah korban jiwa dalam letusan kali ini, diduga akibat letusan ini mengakibatkan candi-candi yang berada di kawasan sekitar Jawa Tengah bagian selatan terkubur akibat abu vulkanik ini.

Di tahun 1672 M Gunung Merapi meletus, akibat letusan itu 3000 orang meninggal dunia.

Gunung Merapi kembali meletus dahsyat di tahun 1786, di tahun ini tidak tercatat secara jelas jumlah korban yang tewas akibat ledakan tersebut.

Pada tahun 1822, kembali Gunung Merapi meletus tercatat setidaknya 100 orang meninggal dunia.

Hanya berselang 50 tahun tepatnya di tahun 1872, Gunung Merapi kembali menghamburkan abu vulkanik secara dahsyat akibatnya 200 orang meninggal dunia.

Di tahun 1930 letusan hebat kembali terjadi, kali ini aliran lava, piroklastika, dan lahar hujan, mengguyur dan menghancurkan 13 desa akibatnya 1400 orang tewas akibat peristiwa alam ini.

sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/bicara_fakta/2010/10/22/6/-Letusan-Merapi-Sepanjang-Zaman

Gunung Merapi Meletus

Menurut laporan, pukul 17.23, merapi meletus, mengeluarkan awan panas yang mengarah ke barat daya.

Sampai berita ini belum ada laporan korban jiwa.

Mbah Marijan Selamat Dari Bencana

Mbah Maridjan juru kunci Gunung Merapi bisa dipastikan selamat dari awan panas muntahan Gunung Merapi. Kini Mbah Maridjan masih berada di atas di lereng Merapi, dalam kondisi lemas.

“Mbah Maridjan selamat, tapi dalam kondisi lemas,” kata anggota TNI, Kolonel (Laut) Pramono di lokasi pengungsian di Hargobinangun, Sleman. Pramono merupakan salah satu personel tim evakuasi yang ikut menyisir rumah Mbah Maridjan sekitar pukul 22.00 WIB tadi.

Tim evakuasi akhirnya menemukan Mbah Maridjan dalam kondisi lemas dan memberikan pertolongan. Namun Mbah Maridjan masih belum mau dibawa turun ke bawah. “Sekarang masih di atas,” tutup Pramono.

Pramono datang bersama tim evakuasi ke lokasi rumah Mbah Maridjan di Desa Kinahrejo. Jalan menuju rumah Mbah Maridjan mencekam, karena terbakar. Di sana masih ada titik api. Hawa juga terasa panas. Banyak pohon bertumbangan dan mayat bergelimpangan di dekat rumah Mbah Maridjan.

sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/10/27/000510/1476062/10/mbah-maridjan-selamat-tapi-dalam-kondisi-lemas?991102605

Biografi Tung Desem Waringin

Tung Desem Waringin lahir di Surakarta, 22 Desember 1968. Tung dikenal sebagai seorang motivator ulung, pembicara terbaik, dan pelatih sukses.

Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta pada tahun 1992. Beliau juga merupakan penulis buku best seller. Bahkan buku karyanya berjudul “Financial Revolution” mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai buku inspirasional pertama dengan penjualan 10.511 buah pada hari pertama diluncurkan.

Tung mendirikan TDW Your Breaktrough Partner dan saat ini menjabat sebagai Managing Director dan sering diundang menjadi pembicara motivasi pada seminar-seminar yang diselenggarakan oleh berbagai perusahaan.

Baca pos ini lebih lanjut

Sifat-sifat Yang Dapat Merusak Diri

https://magzku.files.wordpress.com/2010/10/hangman-6.png?w=256
Dari buku Personality Plus, bisa disimpulkan kira-kira ada 20 sifat yang dapat merusak diri sendiri, yaitu:
1. Bashful
Sering menghindari perhatian karena malu

2. Unforgiving
Sulit melupakan sakit hati atas ketidakadilan yang dialami, biasa mendendam
3. Resentful
Sering memendam rasa tidak senang akibat tersinggung oleh fakta/khayalannya

Selalu Ada Kebahagiaan Didalam Hati

Kebahagiaan, adalah suatu rasa yang sangat menyenangkan. Rasa yang timbul dari dalam hati dan akan membawa kebaikan-kebaikan pula dalam setiap kebahagiaan. Kebahagiaan sangatlah indah, bahkan lebih bernilai dari emas ataupun perak. Kebahagiaan pula yang menjadi obat bagi hati-hati yang sedang diliputi kesedihan.

Pernah ada sebuah kisah, seorang pengusaha kaya yang sangat dicukupkan. Baik dari segi keuangan maupun segi pendidikan. Tetapi hidupnya selalu diliputi kerisauan, kecemasan, dan kesedihan. Padahal dia memiliki banyak uang, dan bisa saja menghambur-hamburkannya untuk mencari kesenangan. Tetapi anehnya dia tetap merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Satu kata yaitu “Kebahagiaan”.

Baca pos ini lebih lanjut